Dream Theater : a History

23 02 2007

Dream Theater adalah salah satu grup progressive metal paling terkemuka di dunia saat ini. Didirikan oleh Mike Portnoy, John Petrucci dan John Myung, mereka telah merilis delapan album studio, empat rekaman live dan satu album pendek (EP). Album pertama mereka, When Dream And Day Unite direkam dengan Charlie Dominici sebagai vokalis dan Kevin Moore sebagai pemain keyboards. Dominici berusia jauh lebih tua daripada anggota lainnya dan ingin memainkan musik yang lain, sehingga ia kemudian keluar dari grup. Mereka kemudian mencari pengganti yang ideal selama 2 tahun sampai akhirnya bertemu dengan James LaBrie, vokalis dari Kanada melalui audisi.

Bersama LaBrie mereka merekam Images And Words yang melambungkan nama mereka ke jajaran internasional dengan hit “Pull Me Under” dan “Another Day”. Awake adalah album terakhir mereka dengan Moore yang kemudian digantikan oleh Derek Sherinian untuk album Falling Into Infinity. Pada akhirnya Sherinian juga digantikan oleh Jordan Rudess dan formasi ini masih bertahan sampai hari ini. Mereka telah meluncurkan album konsep Metropolis 2: Scenes From A Memory dan album ganda Six Degrees Of Inner Turbulence. Pada tahun 2003 mereka memutuskan untuk merekam album non-konsep Train Of Thought yang sangat dipengaruhi oleh grup thrash metal seperti Metallica.

Album terbaru mereka yang berjudul Octavarium dikeluarkan pada tanggal 7 Juni 2005 dan selain merupakan album studio kedelapan juga mengandung delapan lagu.

Dream Theater dibentuk pada bulan September 1985, ketika gitaris John Petrucci dan bassis John Myung memutuskan untuk membentuk sebuah band untuk mengisi waktu luang mereka ketika bersekolah di Berklee College of Music di Boston. Mereka lalu bertemu seorang pemain drum, Mike Portnoy, di salah satu ruang latihan di Berklee, dan setelah dua hari negosiasi, mereka berhasil mengajak Mike Portnoy untuk bergabung. Setelah itu, mereka bertiga ingin mengisi dua tempat kosong di band tersebut, dan Petrucci bertanya kepada teman band, Kevin Moore, untuk menjadi pemain keyboard. Dia setuju, dan ketika Chris Collins diajak untuk menjadi vokalis, band tersebut sudah komplit.

Dengan lima anggota, mereka memutuskan untuk menamai band tersebut dengan nama Majesty. Menurut dokumentasi DVD Score, mereka berlima sedang mengantri tiket untuk konser Rush di Berklee Performance Center ketika mendengarkan Rush dengan boom box. Portnoy lalu berkata bahwa akhiran dari lagu tersebut (Bastille Day) terdengar sangat “majestic”. Pada saat itulah mereka memutuskan Majesty adalah nama yang bagus untuk sebuah band, dan tetap bagus sampai sekarang.

Pada saat – saat tersebut, Portnoy, Petrucci dan Myung masih berkutat dengan kuliah mereka, juga dengan kerja paruh waktu dan mengajar. Jadwal mereka menjadi kiat ketat sehingga mereka harus memutuskan antara mengejar karir di bidang musik atau mengakhiri band Majesty. Namun akhirnya Majesty menang dan mereka bertiga keluar dari Berklee untuk berkonsentrasi di karir musik. Petrucci mengomentari tentang hal ini di dokumentasi DVD Score, berkata bahwa saat tersebut sangat susah untuk meminta kepada orang tuanya untuk pergi ke sekolah musik. Dan lebih susah lagi untuk menyakinkan orang tuanya agar ia boleh keluar dari sekolah.

Moore juga akhirnya keluar dari sekolahnya, SUNY Fredonia, untuk berkonsentrasi dengan band tersebut.

Beberapa teknik penulisan lagu yang unik telah dilakukan oleh Dream Theater, yang kebanyakan terjadi di masa – masa sekarang, ketika mereka bisa bereksperimen dengan label rekaman mereka sendiri.

Dimulai dengan Train of Thought, Dream Theater sudah memulai memasukkan elemen – elemen kecil dan tersembunyi di musik mereka, dan memuat elemen tersebut kepada peminat yang lebih fanatik. Karakteristik yang paling terkenal (yang biasa disebut “nugget”) tersembunyi di “In the Name of God”, yang merupakan sandi morse dari “eat my ass and balls” (makan pantatku dan penisku), yang merupakan kata – kata terkenal dari Mike Portnoy. Sejak saat itu, banyak peminat – peminat Dream Theater mulai berusaha menemukan hal – hal kecil yang biasanya tidak menarik bagi peminat biasa.

Beberapa dari teknik mereka yang terkenal termasuk:

  • Suara dari fonograf di akhiran dari “Finally Free” di album Scenes from a Memory adalah suara yang sama di awalan “The Glass Prison” di album berikutnya, Six Degrees of Inner Turbulence. Dan akhiran kunci terakhir di “As I Am” sama dengan kunci yang digunakan di album selanjutnya, Train of Thought. Juga, not piano yang dimainkan di akhiran “In the Name of God” di ‘Train of Thought adalah not yang sama dengan pembukaan “The Root of All Evil” di album berikutnya, Octavarium.
  • Tiga bagian dari “The Glass Prison” di Six Degrees of Inner Turbulence, dua bagian dari “This Dying Soul” di Train of Thought dan dua bagian dari “The Root of All Evil” di Octavarium menunjukkan tujuh poin pertama dari dua belas poin – poin di program Alcoholics Anonymous oleh Bill Wilson, yang mana program itu diikuti oleh Mike Portnoy. Ia juga berkata bahwa ia akan membuat lagu – lagu lain yang memuat lima program lainnya, yang akan ditujukan untuk Wilson
  • Dream Theater kadang menggunakan teknik penulisan lagu dimana bagian – bagian dari sebuah lagu dikembangkan tiap kali mereka dimainkan. Contohnya, lagu “6:00” dari Awake. Setelah awalan lagu, mereka hampir memainkan chorus, tapi mengulang lagu tersebut dari awalan lagi (di menit 1:33). Dan ketika chorus sudah seharusnya dimainkan pada saat berikutnya, mereka mengulang lagi dari awalan, di menit 2:11. Teknik ini bisa juga ditemukan di “Peruvian Skies”, “Blind Faith” dan “Endless Sacrifice”
  • Penggunaan notasi yang berulang – ulang juga digunakan, yang sudah dikenal dari lagu – lagu Charles Ives, contohnya:
    – Tema lagu “Wait for Sleep” muncul di “Learning to Live” (menit 8:11) dan juga muncul dua kali di “Just Let Me Breath” (menit 3:39 dan 5:21)
    – Tema lagu “Learning to Live” muncul di “Another Day” (menit 2:53)
    – Tema lagu “Space-Dye Vest” digunakan beberapa kali di album Awake.
    – Tema pembukaan dari “Erotomania” digunakan di “Voices” di Awake (menit 4:51).
    – Satu dari melodi – melodi di “Metropolis Pt 1 (The Miracle and the Sleeper)” diulang di chorus kedua di “Home” dari Metropolis Pt 2 (Scenes From A Memory), dengan cuma pengubahan satu kata. Beberapa lirik dari “Metropolis Pt 1” just digunakan di “Home”. Pada dasarnya, keseluruhan album “Scenes From A Memory” penuh dengan musikal/lirikal/konseptual variasi dari elemen – elemen musikal dari “Metropolis Pt 1” dan “The Dance of Eternity” sebenarnya dibangun dari variasi – variasi elemen musik di lagu – lagu dalam album tersebut.
    – Bagian – baguan dari tiap lagu di album “Octavarium” telah digunakan di bagian kelima dari lagu berjudul sama, “Octavarium”.
  • Six Degrees of Inner Turbulence, studio album ke enam mereka, memuat enam lagu dan mempunyai karakter – karakter angka enam di judul – judul lagunya. Train of Thought, studio album ke tujuh mereka, memuat tujuh lagu. Octavarium, studio album ke delapan mereka memuat delapan lagu dan judul albumnya diambil dari kata octo, yang merupakan kata Latin yang berarti delapan, berarti satu oktaf dari istilah musik, yang mana merupakan jarak dari satu not ke not lain adalah delapan not di tangga nada diatonik. Judul lagi dari CD ini adalah 24 menit, kelipatan dari 8. Halaman depan albumnya juga memuat karakter – karakter yang berhubungan dengan 5 dan 8. Contohnya, satu set dari kotak – kotak putih dan kotak – kotak hitam, mempunyai arti satu oktaf dari piano.
  • Lagu “Octavarium” dulunya ingin diakhiri dengan seruling yang bergema serupa dengan awalan lagu tersebut. Namun diganti dengan not piano yang sama dari awalan album Octavarium. Mike Portnoy telah mengatakan bahwa seri awalan – akhiran album akan berhenti disini, karena album ke sembilan mendatang tidak akan diawali dengan akhiran “Octavarium”




Putri Titian

23 02 2007

Akhirnya addict gue sedikit ada penyembuhan. Setelah wara-wiri kesana-kemari nyari info2 tentang TiaN kecil – Putri Titian, mascha nemuin 1 forum yang isinya ngebahas tentang si TiaN kecil ini. Cuman forum ini masih indie gitu, bekum ada support lsg dari menejemen TiaN kecil, yaa maklum forumnya masih berumur 1 minggu bow 😀Dari forum itu mascha baru tahu kalo si TiaN kecil dah maen beberap miniseri dan sinetron:

  1. Jomblo so what gitu loh
  2. Piala Oscar
  3. Pacarku banyak Aturan
  4. Marawis di hari Tasya
  5. Jodoh buat Emak
  6. Cintaku bersemi di Angkot
  7. Jungkir Balik dunia Sissy
  8. Ajari aku cinta

Disitu si TiaN kecil dah acting berbagai macam karakter, mulai dari anak manja, anak betawi, anak jutek, anak gaul, anak gank, anak band …. tapi tetp yang bikin gemes dia tuh kalo pas mecucu, nangis, dan senyumnya .. pasti.

Sukses ya TiaN ………

JBDS 1 JBDS 2 JBDS 3

JBDS 4 JBD 5 JBDS 6





Menye-menye addict : Nagita Slavina & Putri Titian

20 02 2007

“Hahahaha …. menye-menye banget tuh bocah!”, mungkin itu komentar gue buat cewek yang sering mecucu, ngambeg-an, mukanya sering BT, sedikit oon. Dulu bini gue sering sebel kalo gue bilangi .. menye-menye banget sih!. Dan ternyata sekarang gue kena karmanya !! gue lagi addict banget ma 2 cewek Nagita Slavina Mariana Tengkermenye-menye yang sumpah gue gak tau sebabnya.

Yang pertama tuh Nagita Slavina Mariana Tengker. Nie bocah gue taunya di film horror cemen : Di Sini Ada Setan. Gue cuman sekilas2 aja liatin dia, tapi baru jreeeng tuh waktu sering liat sinetron ‘Kucing dan Tikus Mencari Cinta’ GUBRAAAAGK! mascha nonton sinetron kayak gini ???? kalian pasti gak percaya, tapi ya itu dia … gak tau juga sebabnya. Di sini si Gigi maen jadi anak Gang tikus yang menye2 … justru itu dia kelebihan si Gigi, dia menye2, tapi cuek, polos dan cerdas. Kliatan dari kilatan cahaya matanya (BRAKKG!!). Sekarang dia lebih banyak berada di balik layar, ngurusin PH nya (FrameRitz) bareng nyokapnya skaligus jadi co-produser nya . Hebat Gigi …. go step a headPutri Titian 2

Dan yang kedua, Putri Titian. Nie anak imuuuuuuuuuuuuuut banget. Gue sampe nggumun kok ada anak seimut dia. Polos, imut, centil nggemesin dan actingnya mayan bagus. Mascha tau dia dari mini sinetron ‘Dunia Jungkir Balik Sissy’ yang di produksi sama FrameRitz. Disitu dia jadi anak tunggal yang manja banget. Duh ckckck imut banget dia di situ. Pas jadi anak menye2.Dan yang kedua tuh dia maen bareng anaknya erwin gutawa di sinetron apaaa gitu (lupa bow) dia jadi temennya si Gita (anaknya erwin – yg nyanyi brg Ada Band). Makin gemes gak ketulungan.Mau tau komen bini gue ? ….”Ngapain cemburu? itu tuh namanya karma euy, seperti dulu waktu benci banget sama evrithing bout Sunda. Sekarang ? jelas2 bininya orang Sunda….hahahah”

Tian Kecil

Sialan!





The Craziest Britney

20 02 2007

Britney GundulWalah-walah, mba yang satu ini makin edan aja perilakunya …. setelah cerai sama Kev dia semakin gak tercontrol. Sampai-sampai salah satu situs officialnya menutup situsnya karena merasa mba Britney ini dah gak ada apa2nya, kecuali perilaku yang semakin gak keruan.

Coba bayangin, mulai dari pesta mabuk2an tiap malem bareng Paris Hilton (sampe ke gap gak pake CD, gundul bow! – kontak gue kalo elu mau), jalan2 di LA gak pake BH, nyetir mobil ngebut sambil mangku Preston, dan yang terakhir yang paling gila : DIA GUNDULI RAMBUTNYA SAMPAI ABIS. Duh gusti knp sampe kayak gini yah ….. mungkin otaknya dah bener2 gak bener





Gong Xi Fa Cai/Kung Hei Fat Choi

19 02 2007

Selamat buat yang merayakannya ……… ku buka tanganku untuk yang ingin menyampaikan ang pao-nya … heheheheh